Thursday, July 16, 2026
HomeBursaIHSG Stabil Meskipun Kebijakan Tarif Trump: Ekonom Pasar Tenang

IHSG Stabil Meskipun Kebijakan Tarif Trump: Ekonom Pasar Tenang

Pasar Pasang Mata ke Penundaan Tarif Trump, Percaya Indonesia Akan Dapat Tarif yang Menguntungkan

Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, mengamati bahwa pelaku pasar tidak terlalu terganggu dengan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif resiprokal sebesar 32 persen kepada Indonesia. Menurutnya, fokus pasar saat ini lebih tertuju pada penundaan pemberlakuan tarif resiprokal oleh Trump hingga 1 Agustus 2025, dan keyakinan bahwa Indonesia akan mendapatkan tarif yang lebih baik. Hans menyatakan hal ini saat diwawancara oleh ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas, Reydi Octa, juga melihat potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka menengah, terutama jika negosiasi antara Indonesia dan AS terkait tarif resiprokal berjalan lancar atau masa pemberlakuan tarif kembali ditunda. Ia menekankan bahwa peluang untuk negosiasi masih terbuka hingga batas waktu yang ditentukan, memberikan harapan bagi pasar jika terdapat pelonggaran atau revisi kebijakan tarif dari AS.

Meskipun demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memastikan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan oleh Presiden AS tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa dampak dari tarif tersebut akan tergantung pada kontribusi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia terhadap barang atau produk yang terkena tarif.

Pada penutupan perdagangan BEI hari itu, IHSG berhasil menguat 3,46 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.904,39, dengan sejumlah saham naik, turun, dan tidak bergerak nilainya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikabarkan akan melakukan perjalanan ke AS untuk melanjutkan proses negosiasi tarif resiprokal. Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk merespons perkembangan terkini demi menjaga kepentingan nasional ke depan.

Dalam situasi ini, pasar sepertinya sedang memantau perkembangan terkait kebijakan tarif yang merupakan alat negosiasi antara Indonesia dan AS. Meskipun demikian, harapan masih terbuka untuk kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Semua pihak berharap adanya solusi yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi dan pasar tanpa menimbulkan ketidakpastian yang berlebihan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer