Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin mengungkapkan bahwa kebakaran yang melanda puluhan unit rumah di Jalan Pasar Garuda, RW 02 Duri Utara, Tambora, disebabkan oleh kompor yang ditinggal menyala di salah satu rumah warga. Syarif menjelaskan bahwa pemilik rumah lupa mematikan kompor setelah memasak, yang kemudian menyebabkan kebakaran. Pihak berwenang masih menyelidiki bagaimana kompor yang menyala bisa memicu kebakaran, namun kebakaran berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama beberapa jam dengan bantuan 145 personel dan 29 unit mobil pemadam kebakaran.
Dampak kebakaran tersebut juga menimbulkan cedera pada delapan orang warga, empat di antaranya mengalami luka robek di tangan dan kaki, satu mengalami luka di mata, dan dua lainnya mengalami dislokasi. Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat telah memberikan perawatan medis kepada korban dan menyediakan tiga unit mobil ambulans untuk evakuasi dan pengobatan. Selain itu, bantuan logistik juga sudah disalurkan kepada para korban kebakaran.
Total 86 unit rumah hancur dalam kebakaran tersebut, mengakibatkan sekitar 100 kepala keluarga atau 400 jiwa kehilangan tempat tinggal. PMI Jakarta Barat terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban kebakaran di Duri Utara, Tambora. Keseluruhan kejadian ini dipublikasikan oleh Redemptus Elyonai Risky Syukur untuk ANTARA pada tahun 2025.








