Thursday, February 12, 2026
HomeBisnisStrategi Bisnis Baru untuk Kopdes: Meningkatkan Dampak Optimal

Strategi Bisnis Baru untuk Kopdes: Meningkatkan Dampak Optimal

Koperasi desa merah putih harus menciptakan lini bisnis baru untuk memberikan dampak yang lebih optimal, menurut pendapat Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Menurut Samirin, jika koperasi desa hanya mengambil alih bisnis yang sudah ada, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan minim atau bahkan menimbulkan inefisiensi. Oleh karena itu, penting bagi koperasi desa merah putih untuk mengembangkan bisnis baru guna menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan. Selain itu, rencana bisnis koperasi desa juga harus dijaga agar jelas dan terukur.

Pemberian kredit oleh bank Himbara perlu memperhatikan kelayakan bisnis yang dijalankan oleh koperasi desa tersebut. Samirin menekankan agar unsur politis dihindari dalam rencana bisnis koperasi desa. Dia juga menyarankan agar pelaksanaan koperasi desa merah putih melakukan proses piloting, dengan fokus pada 100-1.000 koperasi desa sebagai percontohan. Dengan melakukan piloting, pemerintah dapat mengevaluasi dan menemukan model koperasi desa yang tepat sebelum menyebarluaskannya secara masif.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan 80 ribu unit koperasi merah putih di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran koperasi tersebut bertujuan untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan ke masyarakat. Diharapkan koperasi desa ini dapat membantu memenuhi kebutuhan petani, peternak, dan nelayan. Sejak diberlakukannya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, telah terbentuk sebanyak 81.140 unit koperasi merah putih di seluruh Indonesia, dengan mayoritas telah memiliki badan hukum.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan 108 koperasi percontohan yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya. Koperasi percontohan tersebut dapat mengakses pembiayaan melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dari bank Himbara mulai 22 Juli 2025. Seiring dengan perkembangannya, koperasi desa merah putih diharapkan dapat membantu membasmi tengkulak dan rentenir serta menjaga kualitas portofolio dan likuiditasnya.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer