Tuesday, February 10, 2026
HomeBisnisMenyelami Dampak Bea Masuk Nol dalam Bisnis Ritel Indonesia

Menyelami Dampak Bea Masuk Nol dalam Bisnis Ritel Indonesia

Hippindo: Pembebasan Bea Masuk Produk AS Mendorong Bisnis Ritel di Indonesia

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menilai bahwa pembebasan bea masuk bagi produk-produk Amerika tidak akan mengancam bisnis kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Sebaliknya, pembebasan tersebut justru memiliki potensi untuk meningkatkan bisnis ritel di Indonesia. Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyatakan bahwa produk impor dari AS, seperti pakaian atau sepatu bermerek, memiliki pasar yang berbeda dengan produk UKM lokal. Ia bahkan menyarankan agar impor produk premium seperti ini dipermudah karena memiliki segmen pasar yang berbeda.

Budihardjo juga menambahkan bahwa pembebasan bea masuk untuk produk-produk AS dapat menjadi angin segar bagi sektor ritel dan pariwisata Indonesia. Dengan tarif 0 persen, produk-produk AS memiliki potensi untuk ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pembeli dari negara tetangga untuk berbelanja di Indonesia.

Namun, Budihardjo menekankan bahwa kekhawatiran terkait persaingan impor tidak ditujukan pada produk Amerika Serikat karena segmen pasar yang berbeda. Ancaman sesungguhnya justru muncul jika bea masuk 0 persen diterapkan untuk produk dari China. Ia memperingatkan bahwa produk dari China memiliki potensi untuk menciptakan persaingan langsung dengan produk UKM lokal yang dapat merugikan.

Dengan kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat, hampir semua tarif untuk produk-produk AS yang masuk ke pasar Indonesia akan dihapuskan. Kebijakan ini mencakup lebih dari 99 persen barang dari sektor industri, makanan, dan pertanian yang diekspor AS ke Indonesia. Ini menjadi langkah positif dalam mendorong bisnis ritel di Indonesia.

Dengan demikian, pembebasan bea masuk untuk produk AS memiliki potensi untuk tidak hanya meningkatkan bisnis ritel di Indonesia tetapi juga memperkuat sektor pariwisata negara. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan memperluas pasar bagi pelaku usaha ritel di Indonesia. Copyright © ANTARA 2025

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer