Setelah delapan tahun berlalu sejak terakhir kali membela LA Clippers, Chris Paul resmi kembali memperkuat tim yang membesarkan namanya dan menyebut keputusan itu sebagai “pilihan tanpa ragu”. Dalam acara perkenalan ulang yang digelar di Intuit Dome, Senin waktu setempat, Paul mengenakan jersey Clippers bernomor punggung 3, angka yang sudah menjadi ciri khasnya sejak enam musim awal bersama tim tersebut. Sekitar seribu penggemar hadir menyambut kepulangan Paul, menyuarakan yel-yel “C-P-3!”.
“Kalau saya jujur, saya ingin kembali dan bermain di sini dengan cara apa pun,” kata Paul dalam konferensi pers, dikutip dari ESPN. “Ini keputusan tanpa pikir panjang. Keluarga saya tinggal di Los Angeles. Istri saya, Jada, anak saya Chris Jr., dan putri saya Camryn, ini tentang pulang ke rumah.” Paul, yang kini berusia 40 tahun, bergabung kembali dengan Clippers lewat kontrak satu tahun senilai 3,6 juta dolar AS untuk musim ke-21-nya di NBA.
Meskipun kemungkinan tidak akan memainkan peran besar seperti sebelumnya, Paul siap menerima perannya dalam skuad Clippers yang kini dipenuhi pemain bintang seperti James Harden, Bradley Beal, Brook Lopez, serta guard lainnya seperti Bogdan Bogdanovic dan Kris Dunn. Pelatih Clippers Tyronn Lue, yang pernah menjadi asisten Paul saat keduanya di Clippers dulu, juga menjadi faktor yang menambah kenyamanan Paul. Ia juga memiliki hubungan lama dengan Harden dan Beal, rekan seangkatan dalam keluarga besar Jordan Brand.
Kembalinya Paul ke Clippers juga membuka lembaran baru setelah perpisahan yang ia akui “tidak terlalu indah” hampir satu dekade lalu. Namun, komunikasi tetap terjalin dengan pemilik tim, Steve Ballmer, terutama sejak Paul menjabat sebagai presiden asosiasi pemain NBA. Musim panas lalu, sebelum Intuit Dome dibuka, Paul bahkan menghubungi Ballmer dan mendapatkan tur pribadi ke arena baru tersebut. Hubungan baik itu akhirnya mengantarkan Paul pulang ke L.A.
Sebagai pemain yang kini menempati peringkat kedua sepanjang masa dalam assist dan steal, di bawah John Stockton, serta peringkat ke-36 pencetak poin terbanyak dalam sejarah NBA (23.011 poin), Paul hanya belum mengoleksi satu hal, yaitu cincin juara. Ia sempat hampir meraihnya bersama Phoenix Suns pada 2021, setelah menyingkirkan Clippers di final Wilayah Barat, sebelum kalah dari Milwaukee Bucks di final NBA. Kini, dengan komposisi tim Clippers yang bertabur bintang dan peluang yang kembali terbuka, Paul siap berjuang tanpa harus menjadi pusat permainan. “Bagi kalian yang sudah lama melihat saya bermain, tahun ini saya akan coba lebih banyak tersenyum,” ujar Paul sambil tertawa. “Saya bersyukur. Apa pun perannya, saya akan tampil dan memberikan yang terbaik untuk tim ini.”








