Pada hari Selasa, Pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani kemitraan strategis baru di bidang kesehatan melalui Subsidiary Arrangement untuk Program Australia-Indonesia Partnership for Health Transformation atau KITA SEHAT. Program ini akan berlangsung selama delapan tahun dengan total investasi 100 juta dolar Australia. Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan fase baru dalam hubungan strategis kedua negara dalam bidang kesehatan.
Program KITA SEHAT diharapkan akan menjadi katalis dalam mempercepat transformasi kesehatan Indonesia menuju Indonesia sehat. Bappenas akan memperkuat sinergi kebijakan dan kapasitas kelembagaan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan akan membawa perbaikan nyata bagi kesehatan masyarakat. Program ini didesain untuk mendukung target pembangunan kesehatan dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029 dengan fokus pada kesehatan manusia dan hewan.
Kemitraan ini akan mencakup penguatan kebijakan dan layanan kesehatan primer, peningkatan akses dan mutu layanan termasuk stunting dan gizi, pengembangan tenaga kesehatan manusia dan hewan, serta penguatan keamanan kesehatan. Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Urusan Multikultural Australia Anne Aly menyatakan bahwa Australia dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama di bidang kesehatan dan program KITA SEHAT akan mendorong kesejahteraan keluarga dan komunitas di Indonesia.








