BTN Mendorong Penghimpunan Dana Murah untuk Meningkatkan Kepastian Keuangan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memfokuskan upayanya pada penghimpunan dana murah (current account savings account/CASA) dalam menjaga stabilitas keuangan selama semester kedua tahun ini. Kontribusi CASA terhadap total dana pihak ketiga (DPK) mencapai 54,1 persen pada tahun 2024, dan ditargetkan bisa melampaui 55 persen pada tahun ini. Pihak BTN optimistis dalam mencapai target tersebut, terutama dengan kinerja yang solid hingga akhir Mei 2025, di mana DPK segmen retail BTN mencapai Rp65,65 triliun.
Penguatan penghimpunan dana murah dilakukan melalui strategi yang terukur, antara lain dengan memperluas akuisisi berbasis ekosistem bisnis dan mengakselerasi penggunaan produk digital seperti Bale by BTN dan Bale Korpora by BTN. Selain itu, BTN juga menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 2 persen di atas pertumbuhan kredit, dengan memusatkan manajemen tabungan, giro, dan deposito ke dalam divisi khusus.
Dalam upaya menciptakan pendanaan ritel yang berkelanjutan, BTN mengarahkan fokus pada potensi nasabah UMKM dan nasabah payroll, serta memperkuat relasi dengan nasabah eksisting. Melalui pemanfaatan produk digital seperti Bale by BTN, BTN berharap dapat memastikan hubungan jangka panjang yang produktif dengan nasabah.
Selain itu, BTN juga akan meluncurkan bisnis Private Banking untuk segmen teratas dengan minimal rekening Rp15 miliar, guna memperluas jangkauan layanan keuangan. Dengan strategi yang lebih fokus dan penguatan digital, BTN yakin dapat mendorong pertumbuhan dana murah yang lebih sehat dan berkelanjutan, sehingga membangun struktur pendanaan yang kokoh untuk menghadapi dinamika industri perbankan.








