Sepak bola merupakan olahraga yang tak hanya diwarnai oleh strategi, taktik, dan skill pemain, tapi juga seringkali muncul cerita-cerita mistis dan takhayul yang mengiringi perjalanan tim dan pemain. Berbagai “kutukan” diberitakan memengaruhi nasib tim sepak bola, baik di level klub maupun internasional. Meskipun bagi sebagian orang ini dianggap kebetulan belaka, namun bagi yang lain, pengaruh kutukan ini diyakini secara nyata.
Salah satu kutukan yang cukup terkenal adalah kutukan nomor 7 di Manchester United. Nomor punggung kultus ini seakan membawa nasib buruk sejak kepergian Cristiano Ronaldo pada tahun 2009. Para pemain seperti Michael Owen, Antonio Valencia, Angel Di Maria, hingga Alexis Sanchez gagal tampil gemilang, hanya mampu mencetak 14 gol Liga Inggris dalam satu dekade.
Selain itu, mantan pemain Arsenal, Aaron Ramsey, juga diyakini membawa “kutukan” unik dimana setiap kali mencetak gol, ada tokoh terkenal dunia yang meninggal secara bersamaan. Fenomena ini cukup menarik perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Berbagai kutukan lainnya juga tersebar dalam dunia sepak bola seperti kutukan menyentuh trofi sebelum final Liga Champions, kutukan juara bertahan Piala Dunia, kutukan yang dialami oleh Birmingham City & Romani Gypsies, hingga kutukan 100 tahun Benfica yang dipercayai karena kepergian pelatih Bela Guttman.
Meskipun tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, cerita-cerita ini tetap membawa warna menarik di luar lapangan hijau. Bagi sebagian orang, kutukan hanyalah mitos belaka namun bagi yang percaya, penting untuk menghindari pantangan-pantangan tersebut demi menjaga keberuntungan tim.








