Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tidak bertemu dengan massa yang melakukan unjuk rasa di wilayahnya karena mendukung demonstrasi sebagai ruang ekspresi masyarakat. Menurutnya, penting bagi orang untuk dapat mengekspresikan pendapat mereka secara bebas. Meskipun begitu, koordinasi antara OPD tetap berjalan lancar dalam mengatasi situasi yang terjadi. Beberapa kelompok mahasiswa, termasuk BEM SI dan BEM UI, menggelar unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya sebagai respons atas kematian seorang pengemudi ojek online yang terlindas oleh kendaraan taktis Brimob. Gubernur menyatakan bahwa dirinya pertama kali mendatangi rumah duka korban dan mengatur pemakaman di Karet Bivak. TNI-Polri juga bertindak keras untuk mengamankan situasi dan mengembalikan keamanan setelah adanya tindakan anarkis dalam unjuk rasa. Menurut Kapolri, aksi yang seharusnya hanya sebagai penyampaian aspirasi kini berubah menjadi tindakan pidana. Demikianlah perkembangan terbaru terkait unjuk rasa yang terjadi di DKI Jakarta.
Alasan Pramono Absen di Hadapan Demonstran
RELATED ARTICLES








