Pasukan TNI dari tiga matra, yakni Marinir TNI AL, Korpasgat TNI AU, dan Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), terlihat duduk bersama dengan para demonstran sambil mendengarkan aspirasi massa di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat. Dalam adegan tersebut, perwakilan dari Marinir dan Korpasgat terlihat tengah berdialog dengan salah satu perwakilan massa yang meminta pembebasan beberapa temannya yang ditahan di Mako Brimob Kwitang. Prajurit yang mewakili Korps Marinir dan Korpasgat mendengarkan aspirasi demonstran itu dengan seksama. Selain itu, tidak hanya dialog, tetapi juga terlihat adanya adegan saling bergurau dan bertegur sapa antara TNI dan demonstran. Proses dialog antara para demonstran dan personel TNI masih berlangsung hingga saat ini.
Sebelumnya, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar juga turut mendatangi lokasi tersebut untuk mendengarkan tuntutan dari massa. Fadjar melakukan kunjungan tersebut setelah aksi demonstran dua hari berturut-turut di Mako Brimob. Meskipun tuntutan massa hanya terkait pembebasan rekan mereka yang ditahan, Fadjar menyatakan bahwa mereka yang diminta sudah dibebaskan. Namun, Fadjar tidak memberikan informasi rinci mengenai jumlah orang yang ditahan, jumlah yang dibebaskan, dan di mana para demonstran itu sebelumnya ditahan.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh kematian seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang ditabrak oleh kendaraan taktis milik Brimob saat massa sedang melakukan aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Affan, yang berada di tengah kerumunan massa, menjadi korban tabrakan mobil Brimob yang ingin melarikan diri dari kerumunan demonstran. Situasi ini menjadi sorotan dan disoroti oleh Pangkostrad dan pasukan TNI lainnya yang berusaha menjaga dialog dengan massa untuk memahami aspirasi yang disampaikan.








