Mengucapkan syahadat sebelum meninggal merupakan tanda kemuliaan dari Allah SWT. Orang yang mengucapkan kalimat La ilaha illallah sebelum ajalnya akan dijamin masuk surga, seperti yang disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah seseorang yang hidupnya penuh dengan dosa tetapi bersyahadat di penghujung hidupnya akan tetap masuk surga?
Para ulama menjelaskan bahwa seseorang yang meninggal dalam keadaan bertauhid, yaitu telah mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum wafat, akan mendapatkan haknya untuk berada di sisi Allah SWT dan masuk surga. Namun, hal ini tidak berarti bahwa mereka akan terhindar dari azab. Jika selama hidupnya seseorang melakukan banyak dosa dan belum sempat bertaubat, ia mungkin akan mengalami siksa di neraka terlebih dahulu sebelum masuk surga.
Hadits shahih juga menjadi dasar penjelasan tersebut. Sebagaimana disampaikan dalam hadits dari Anas RA, bahwa orang yang mengucapkan La ilaha illallah, walaupun hanya dengan sebesar biji iman di hatinya, akan keluar dari neraka. Begitu juga dengan hadits dari Abu Dzar RA, yang menyatakan bahwa orang yang wafat tanpa mempersekutukan Allah meski berbuat dosa besar seperti zina dan mencuri, akan masuk surga.
Maksud dari perlindungan dari neraka dalam hadits-hadits tersebut adalah bahwa orang yang meninggal dalam keadaan bertauhid tidak akan kekal di dalam neraka. Mereka akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT pada akhirnya, meskipun sebelumnya merasakan siksaan sesuai dengan dosa yang pernah dilakukannya.
Islam menegaskan bahwa mengucapkan syahadat di akhir hayat merupakan tanda kebesaran Allah SWT, namun itu tidak boleh dijadikan alasan untuk terus berbuat dosa dengan harapan cukup dengan bersyahadat di ujung kehidupan. Kewajiban beribadah, menjauhi larangan, dan bertaubat dari dosa tetap menjadi bagian penting dalam pembuktian iman seseorang. Akhir dari kehidupan seseorang sepenuhnya berada dalam kehendak dan rahmat Allah SWT.








