Konten di atas menggambarkan kejadian gelap yang terjadi di Jakarta Utara pada Sabtu (30/8), sebagai dampak dari aksi anarkis di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, hingga Tanah Abang. Aksi anarkis tersebut merambat ke beberapa daerah di DKI Jakarta dan Indonesia. Di Jakarta Utara, massa melakukan aksi perusakan di rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni serta merusak fasilitas umum di Jalan Yos Sudarso. Masyarakat yang merasa marah melakukan pelemparan dan perusakan, mendorong aparat keamanan untuk merespon dengan cepat. Forkopimko Jakarta Utara bersama tokoh masyarakat, adat, agama, dan Ormas menggelar pertemuan untuk mencegah aksi anarkis dan menjaga situasi kondusif. Para tokoh menandatangani pakta integritas dan berkomitmen untuk bersatu dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Wali Kota dan Kapolres Metro Jakarta Utara mengapresiasi kerja sama masyarakat dan berharap situasi kondusif dapat terus terjaga. Kolonel Inf Donny Gredinand juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Pentingnya menjaga kedamaian dan keamanan sebagai fondasi bagi perekonomian yang stabil dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, keterlibatan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa dan membangun persatuan yang kuat di Jakarta Utara.
Tenun Persatuan Jakarta Utara Kembali Bersatu Setelah Penjarahan
RELATED ARTICLES








