FIFPRO Menyoroti Kekhawatiran Perlindungan Kesehatan Pemain Sepak Bola
Federasi pesepak bola profesional dunia, FIFPRO, mengungkapkan bahwa sepak bola masih tertinggal dari olahraga elite lain dalam hal perlindungan kesehatan dan performa pemain. Hal ini disebabkan oleh minimnya waktu istirahat dan pramusim yang diterima oleh para pemain. Dalam laporan tahunan Player Workload Monitoring musim 2024/2025, FIFPRO menyoroti banyak pemain top, termasuk peserta FIFA Club World Cup, yang tidak mendapat libur akhir musim dan masa pramusim yang memadai. Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera dan kelelahan pada para pemain.
FIFPRO merekomendasikan agar para pemain mendapatkan libur selama 28 hari setelah musim berakhir dan 28 hari masa pramusim. Namun, ada pemain seperti Chelsea FC yang hanya memiliki 13 hari pramusim setelah libur tiga pekan, sedangkan pemain PSG hanya mendapat tujuh hari pramusim. Kondisi serupa juga terjadi pada pemain turnamen internasional, di mana hanya sedikit yang mendapat waktu libur sesuai rekomendasi.
Ketua High-Performance Advisory Network FIFPRO, Darren Burgess, menjelaskan bahwa olahraga lain memberikan waktu istirahat yang jauh lebih panjang untuk para atletnya. Hal ini berbeda dengan kondisi pemain sepak bola yang seringkali mengalami jadwal padat tanpa cukup waktu untuk pemulihan fisik dan mental. FIFPRO juga menyoroti jumlah laga yang harus dijalani oleh pemain top seperti Federico Valverde, Luka Modric, Pedri, dan Julian Alvarez, yang mencapai lebih dari 50 pertandingan dalam satu musim.
Selain itu, FIFPRO juga mencatat risiko yang dihadapi oleh pemain muda akibat beban berlebih. Beberapa pemain muda telah bermain dalam jumlah laga yang sangat tinggi dalam usia yang relatif muda, yang dapat membahayakan kesehatan jangka panjang mereka. FIFPRO berharap agar aspek perlindungan kesehatan dan performa pemain ini dapat menjadi perhatian utama dalam pengembangan sepak bola profesional di seluruh dunia.








