Dzikir setelah shalat merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dengan membiasakan diri melakukan dzikir setelah shalat fardhu, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan batin dan kekuatan iman. Berikut adalah urutan bacaan dzikir setelah shalat yang dianjurkan:
Pertama, membaca istighfar sebanyak 3 kali tanpa mengubah posisi kaki dengan lafal “Astaghfirullāhal-‘azhīm”. Kemudian, membaca sifat Allah dan bertobat dengan lafal “Alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm, wa atūbu ilayhi min jamī‘il-ma‘āṣī waẓ-ẓunūb, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘azhīm”.
Selanjutnya, membaca doa keselamatan dengan lafal “Allāhumma anta as-salām, wa minka as-salām, wa ilaika ya‘ūdu as-salām, faḥayyinā rabbanā bis-salām, wa adkhilnā al-jannata dāra as-salām, tabārakta rabbanā wa ta‘ālaita yā dzal-jalāli wal-ikrām”. Dan membaca doa warid, “Allāhumma lā māni‘a limā a‘ṭaita, wa lā mu‘ṭiya limā mana‘ta, wa lā rādda limā qaḍaita, wa lā yanfa‘u dzal-jaddi minka al-jaddu”.
Berdasarkan susunan bacaan dzikir setelah shalat yang dianjurkan dari berbagai sumber, upaya ini membantu seorang Muslim dalam menjaga hati tetap tenang, memperkuat iman, serta meraih pahala tambahan. Jadi, menjaga kebiasaan berdzikir setelah shalat bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, melainkan juga sebagai bentuk syukur dan sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.








