Tuesday, December 9, 2025
HomeBursaIHSG Melemah Tipis Akhir Pekan: Analisis Profit Taking

IHSG Melemah Tipis Akhir Pekan: Analisis Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan dengan sedikit pelemahan pada Jumat sore akibat aksi profit taking para pelaku pasar menjelang akhir pekan. IHSG ditutup menurun 2,63 poin atau 0,03 persen menjadi 8.271,72, sedangkan indeks LQ45 stagnan di posisi 828,10. Pelaku pasar optimis dengan penurunan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan terjadi minggu depan, memberikan dampak positif pada pasar saham. Dari dalam negeri, terjadi aksi profit taking di pasar saham seiring dominasinya penguatan IHSG sepanjang pekan yang didukung oleh kebijakan dan data ekonomi domestik yang positif. Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 7,70 persen dan kenaikan money supply M2 sebesar 8 persen pada bulan September 2025. BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen dalam pertemuan Oktober 2025. Pelaku pasar juga memantau laporan keuangan perusahaan-perusahaan di BEI yang mengalami pertumbuhan pada kuartal III-2025. Fokus pasar berikutnya adalah pertemuan bank sentral AS The Fed minggu depan yang diprediksi akan menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 4 persen, serta pertemuan antara Presiden AS dan Presiden China yang diharapkan dapat meredakan ketegangan perdagangan kedua negara. IHSG dibuka menguat namun berakhir di zona merah saat penutupan perdagangan, dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 3,15 persen. Saham-saham seperti BRRC, SOHO, CSAP, SKRN, dan CBPE mengalami penguatan, sedangkan saham-saham seperti DWGL, PURI, UANG, IDPR, dan PIPA mengalami pelemahan. Jumlah frekuensi perdagangan saham mencapai 2.367.563 kali transaksi dengan nilai saham Rp22,45 triliun, dimana 295 saham naik, 371 saham turun, dan 143 saham stagnan. Di bursa saham regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times juga menguat. Selain itu, penting untuk memahami bahwa konten ini merupakan hasil kerja keras pewarta Muhammad Heriyanto yang diedit oleh Agus Salim untuk ANTARA pada tahun 2025.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer