Muhammad Rifqi Fitriadi, petenis putra Indonesia, optimis dengan peluang Indonesia untuk meraih medali emas di cabang tenis SEA Games 2025 meskipun bersaing dengan negara-negara lain yang memiliki peringkat dan materi pemain yang lebih kuat. Menurutnya, Thailand dan Malaysia memiliki peringkat yang lebih tinggi, namun semangat tim untuk membawa nama negara dapat menjadi pendorong bagi setiap pemain untuk memberikan yang terbaik.
Rifqi telah menjalani persiapan selama seminggu di Jakarta dengan latihan intensif setelah mengikuti serangkaian turnamen di Thailand, Kuala Lumpur, dan Vietnam. Dia menyebut bahwa uji coba tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan lawan di kawasan Asia Tenggara. Bersama dengan Christopher Rungkat, Rifqi telah meraih gelar ITF dua pekan berturut-turut, menunjukkan kemampuan yang dimiliki tim tenis Indonesia.
Meskipun Thailand, Malaysia, dan Filipina tetap menjadi lawan yang kuat, Rifqi mengakui bahwa Kasidit Samrej dari Thailand adalah salah satu lawan yang harus diwaspadai. Tim tenis Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang dengan empat medali emas pada SEA Games 2023, termasuk medali emas tunggal putra yang diraih oleh Rifqi. Baginya, predikat “juara bertahan” menjadi tantangan yang ingin mereka lampaui pada SEA Games 2025.
Selain sektor putra, kehadiran Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, dan Priska Nugroho semakin memperkuat sektor putri Indonesia. Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mencanangkan target lima medali emas dari total tujuh nomor yang dipertandingkan. Tim tenis putra Indonesia untuk SEA Games 2025 akan diperkuat oleh beberapa pemain handal, termasuk Rifqi, Christo, dan Lucky Candra Kurniawan.
Dengan jadwal pertandingan cabang tenis SEA Games 2025 yang akan dimulai pada 10-19 Desember mendatang, Rifqi dan timnya siap untuk menantang lawan-lawan terbaik dan berusaha meraih prestasi yang gemilang. Keterlibatan dan semangat juang tim tenis Indonesia diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi negara dalam ajang bergengsi tersebut.







