BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 622 warga di Jakarta Utara masih mengungsi akibat banjir yang melanda permukiman mereka. Data ini diperoleh pada Senin (12/1) dan diperjelas oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan. Pengungsi ini tersebar di Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Tanjung Priok. Di Kecamatan Cilincing, pengungsi berada di beberapa lokasi seperti Masjid Al Hidayah, Kantor Kelurahan Semper Timur, Masjid Al Labino, Masjid Jurul Mukminin, Gedung Tirta Kemala Sari, dan Klinik Pratama. Sementara itu, di Kelurahan Kalibaru, 68 jiwa termasuk 50 kepala keluarga mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat. Di Kecamatan Tanjung Priok, terdapat 175 pengungsi banjir di beberapa lokasi di Kelurahan Warakas seperti Mushalla Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushalla Al Wasilatul Iman. Ada juga 67 orang yang mengungsi di Kelurahan Papanggo. BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau kondisi genangan di wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menangani banjir dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, juga memastikan bahwa pemerintah setempat sudah memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi banjir. Semua langkah diambil untuk memastikan para penyintas mendapatkan pelayanan yang layak dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Unggulnya SEO: 622 Warga Jakut Masih Mengungsi akibat Banjir
RELATED ARTICLES








