Bau tidak sedap di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara disebabkan oleh campuran sampah organik dan anorganik. Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edi Mulyanto, mengajak masyarakat untuk memilah jenis sampah sebelum membuangnya guna menghindari bau tak sedap. Menurut Edi, komposisi sampah anorganik lebih dominan daripada sampah organik di wilayah Jakarta Utara, terutama setelah pandemi COVID-19 mengubah pola konsumsi masyarakat. Hal ini menyebabkan peningkatan sampah anorganik menjadi sekitar 51 persen, sementara sampah organik sekitar 49 persen. Untuk mengatasi masalah ini, solusi bank sampah telah diterapkan di wilayah setempat guna mengelola residu sampah anorganik. Residu ini akan didorong ke pabrik RDF di Rorotan Cilincing sebagai pengganti batu bara. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan menghasilkan keuntungan ekonomi yang dapat menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerjasama dengan pabrik semen. Pabrik semen memerlukan sebanyak 8.000 ton sampah RDF per hari, dengan harga satu ton sekitar Rp400 ribu. Melalui upaya ini, diharapkan masyarakat dapat mendukung inisiatif penanganan sampah organik dan anorganik untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Penyebab dan Solusi Bau Tak Sedap di RDF Rorotan
RELATED ARTICLES








