Fluktuasi pasar saham diprediksi akan tinggi sepanjang tahun 2026, menurut ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee. Dia mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki dua kemungkinan arah pergerakan, yaitu menuju level 10.000 atau turun hingga level 7.500 dalam 12 bulan ke depan. Hans Kwee juga menyoroti pentingnya pengaruh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia, khususnya bagi investor asing. Sedangkan sentimen jangka panjang akan dipengaruhi oleh tensi geopolitik global, kebijakan suku bunga global, dan kekhawatiran potensi bubble Artificial Intelligence (AI). Di dalam negeri, kebijakan fiskal domestik dan sektor-sektor potensial seperti sektor konsumer dan komoditas emas juga menjadi sorotan. Meskipun demikian, Hans Kwee tetap melihat sektor big cap, sektor konsumer, energi, batu bara, serta komoditas emas dan mining sebagai potensi untuk menghasilkan peluang investasi yang baik di tahun 2026. Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG melemah menjadi 8.951,00 dengan LQ45 turun ke 873,59. Frekuensi perdagangan saham mencapai 3.319.645 kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp32,04 triliun. Kesimpulannya, sambil berhati-hati terhadap kondisi pasar yang bergejolak, still terdapat sektor-sektor yang menjanjikan bagi para pelaku pasar.








