BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di seluruh wilayah Maluku Utara, serta peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat mencapai lebih dari 2,5 meter. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, kondisi ini disebabkan oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan. Angin di bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sementara di bagian selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6-35 knot.
Informasi mengenai tinggi gelombang yang dikeluarkan BMKG mencatat potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan di wilayah Maluku Utara. BMKG juga menyoroti potensi risiko keselamatan pelayaran di beberapa wilayah perairan seperti Halmahera Barat, Ternate, Bacan, Obi, Sanana, Kepulauan Halmahera, Morotai, dan Gebe.
Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Cuaca di wilayah Maluku Utara pada Sabtu 24 Januari 2026 diprakirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah. Suhu udara berkisar antara 27-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60-100 persen dan angin bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 10-50 km/jam.
BMKG mengingatkan nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda pelayaran saat kondisi cuaca tidak mendukung. Peringatan ini dikeluarkan untuk memastikan keselamatan semua pihak yang beraktivitas di laut. Semua pihak diimbau untuk mematuhi pedoman keselamatan yang telah ditetapkan.








