Pembalap Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, menyoroti banyak pelajaran yang diperolehnya dari musim MotoGP 2025. Musim yang penuh tantangan bagi Pecco, di mana ia mengalami ketidak konsistenan performance dengan Desmosedici GP25 dan akhirnya terlempar dari persaingan gelar juara dunia. Meskipun demikian, Pecco mencatat bahwa musim tersebut telah menguatkan keinginannya untuk kembali ke lintasan dengan motor baru tersebut. Dia menekankan pentingnya untuk tetap berjuang, tidak pernah menyerah, menghadapi setiap situasi, dan belajar dari setiap pengalaman yang dihadapi.
Meskipun hanya berhasil menempati posisi kelima pada akhir musim dengan raihan 288 poin, Pecco merasa terpacu untuk menunjukkan potensinya di musim 2026. Ia optimis bisa tampil lebih baik, terutama dengan tim Ducati Lenovo memasuki tahun ke-100 mereka. Pecco, yang mengalami kesulitan dengan stabilitas Desmosedici GP25 sepanjang musim 2025, berharap dapat bersaing sebagai salah satu protagonis di lintasan dan menyenangkan.
Rencananya, Pecco akan mengikuti tes pramusim di Sepang hingga 5 Februari sebelum mengikuti GP Thailand pada 27 Februari mendatang. Di tengah berbagai persiapan ini, para penggemar MotoGP bersiap untuk menyaksikan penampilan spektakuler dari Pecco di musim mendatang. Semua mata tertuju pada pembalap Italia ini, siapakah yang akan menjadi rival terkuatnya di lintasan? Tetap pantau perkembangan terbaru dari MotoGP di sini.








