Jeffrey Hendrik diangkat menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Purbaya mengonfirmasi hal tersebut kepada wartawan. Jeffrey bersama timnya dijadwalkan akan mewakili BEI dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 2 Februari mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam pengangkatan Jeffrey sebagai Pjs Dirut BEI.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa pengumuman resmi terkait jabatan Pjs Dirut BEI akan dilakukan sebelum pembukaan perdagangan di Bursa pada 2 Februari. Pada kesempatan lain, Jeffrey Hendrik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan, menegaskan bahwa operasional BEI akan tetap berjalan normal tanpa gangguan. Ia juga menegaskan komitmen BEI untuk terus meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia.
Dalam konferensi pers, Jeffrey juga menyampaikan bahwa BEI akan terus memperhatikan perkembangan terkait kebutuhan Indeks Provider Global dan memberikan perlindungan kepada seluruh investor, baik global maupun domestik. Pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama BEI sebelumnya diumumkan sebagai tindakan tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia yang mengalami penurunan harga saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BEI untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas operasional. Menjadi tantangan bagi BEI untuk tetap melanjutkan reformasi pasar modal di tengah transisi kepemimpinan.








