Gas nitrous oxide, atau dikenal sebagai dinitrogen monoksida (N2O), digunakan dalam berbagai bidang seperti dunia medis dan kuliner. Dalam dunia medis, gas ini digunakan sebagai anestesi ringan, analgesik, serta untuk meredakan kecemasan pasien selama prosedur medis. Sedangkan dalam dunia kuliner, nitrous oxide digunakan sebagai propelan dalam pembuatan krim kocok. Namun, sayangnya gas ini juga sering disalahgunakan untuk tujuan rekreasi karena efek ‘high’ atau mabuk yang disebabkan oleh gas tersebut.
Penyalahgunaan nitrous oxide telah meningkat dari waktu ke waktu di berbagai negara. Dalam laporan Yale School of Medicine dan CDC Amerika Serikat, tingkat penyalahgunaan gas tertawa meningkat secara signifikan, terutama pada usia remaja dan dewasa muda. Penyalahgunaan nitrous oxide dapat berdampak buruk pada kesehatan, terutama jika digunakan dalam jumlah besar. Gas ini dapat mengganggu metabolisme vitamin B12 dalam tubuh, menyebabkan kekurangan vitamin penting ini yang dapat berujung pada kerusakan saraf dan gangguan kesehatan serius lainnya.
Selain itu, penggunaan nitrous oxide dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti gangguan neurologis, hematologis, dan masalah kejiwaan. Penggunaan gas ini tanpa asupan oksigen yang cukup juga dapat menyebabkan hipoksia, yang berpotensi fatal. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko penyalahgunaan gas nitrous oxide dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.








