Standar kualitas beras yang diharapkan adalah beras premium dengan kandungan 5 persen. Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), memastikan bahwa proses ekspor beras untuk kebutuhan haji ke Arab Saudi akan berjalan lancar sesuai rencana untuk mendukung pelayanan kepada jamaah Indonesia. Setelah rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga di Jakarta yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sarwo Edhy menyatakan bahwa Badan Pangan Nasional akan segera menindaklanjuti dengan memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk ekspor beras haji sesuai kebutuhan.
Berdasarkan surat Perum Bulog kepada Bapanas, Permohonan penugasan ekspor cadangan beras pemerintah (CBP) dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk haji tahun 2026 disiapkan. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengajukan kebutuhan beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, yang mencapai total 205.420 orang. Standar kualitas beras yang dipersyaratkan adalah beras premium dengan kandungan 5 persen.
Perlu diingat bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memasok beras hasil petani dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia. Ekspor beras haji akan menggunakan stok CBP Perum Bulog yang melimpah, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia yang sedang berhaji. Preferensi konsumsi beras dari dalam negeri akan menjadi prioritas, untuk meningkatkan harga diri bangsa Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa keputusan ini adalah bagian dari upaya memperkuat harga diri bangsa Indonesia dan menjaga kemandirian. Penyediaan Beras Haji Nusantara yang diolah dari Gabah Kering Panen (GKP) akan diprioritaskan, dengan target pengiriman dimulai pada minggu ketiga bulan Februari.
Di tengah progresifnya penyerapan beras produksi dalam negeri oleh Perum Bulog, pemerintah memastikan penyaluran beras lokal untuk jamaah haji demi menjaga harga diri bangsa. Jumlah konsumsi beras dalam negeri juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 209,3 ribu ton setara beras per tanggal 8 Februari 2026.
Copyright © ANTARA 2026








