Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan strategi untuk mengamankan stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini dilakukan dengan memperkuat tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan, yaitu Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengungkapkan pentingnya peran Jakarta sebagai pusat aktivitas di mana konsumsi masyarakat cenderung meningkat saat hari besar seperti Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri. Pemerintah daerah harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga agar tetap terkendali.
Pada kesempatan “Balkoters Talk” bertajuk “Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026”, Uus menekankan betapa pentingnya keberadaan BUMD bidang pangan tersebut sebagai instrumen strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Koordinasi lintas BUMD terus diperkuat guna mencegah lonjakan harga dan kekosongan pasokan saat permintaan melonjak. Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa kendala yang tidak diinginkan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan ketersediaan elpiji ukuran 3 kilogram yang banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha kecil. Pengawasan terus dilakukan agar distribusi lancar dan pasokan tetap aman. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemprov DKI Jakarta rutin melakukan monitoring harga dan ketersediaan pangan serta mengadakan pertemuan berkala untuk mengevaluasi perkembangan di pasaran.
Berbagai langkah lain juga telah disiapkan, seperti bazar murah, pangan subsidi, kampanye belanja bijak, dan program pertanian perkotaan. Stok berbagai komoditas pangan seperti beras, daging, minyak goreng, gula, telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih telah dipersiapkan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan. Meski demikian, Uus menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengawasi stok dan dinamika ekonomi agar situasi tetap terkendali.
Diharapkan dengan konsolidasi BUMD pangan dan langkah-langkah antisipatif TPID, pertumbuhan ekonomi Jakarta bisa tetap terjaga selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Hal ini juga diharapkan mampu menjaga inflasi daerah agar tetap terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurut Uus, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melebihi pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan keseriusan Pemprov Jakarta dalam mengelola pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
