Pemerintah fokus pada program revitalisasi infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi, dengan pembangunan 454 toilet dan renovasi lebih dari 500 sekolah hingga 2025. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turut menata persoalan lama seperti lahan, jalan rusak, dan fasilitas kesehatan yang kurang memadai. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan sanitasi dasar bagi masyarakat setempat.
Selain perbaikan fisik, program revitalisasi juga mencakup penataan kepastian hukum atas lahan transmigrasi melalui program Trans Tuntas. Transformasi transmigrasi berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dengan program Transmigrasi Patriot. SDM tersebut akan didistribusikan ke berbagai kawasan transmigrasi prioritas, seperti Rempang, Mamuju, dan Merauke, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.
Pemerintah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 triliun pada tahun 2026 untuk mendukung program prioritas Kementerian Transmigrasi. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat manajemen, program teknis, dan pembangunan kawasan transmigrasi berkelanjutan. Iftitah, Menteri Transmigrasi, menekankan pentingnya mencari sumber pendanaan alternatif melalui investasi dan industrialisasi di kawasan transmigrasi untuk mendukung keberlanjutan program revitalisasi.








