Thursday, March 12, 2026
HomeFinansialBPS Optimistis Inflasi Kembali Normal di April dengan Efek Dasar Rendah

BPS Optimistis Inflasi Kembali Normal di April dengan Efek Dasar Rendah

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memproyeksikan tingkat inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) kembali normal pada bulan April 2026 setelah efek basis rendah (low base effect) berakhir. Ia menjelaskan bahwa efek tersebut telah menyebabkan lonjakan tingkat inflasi tahunan pada bulan Januari-Februari 2026 dan diperkirakan akan berakhir pada bulan Maret 2026. Fenomena low base effect ini dipicu oleh kebijakan insentif pemerintah yang diberikan pada tahun sebelumnya, terutama diskon tarif listrik yang signifikan, sehingga berdampak pada IHK dan deflasi pada tahun tersebut.

Menurut Ateng, meskipun inflasi pada bulan Januari dan Februari 2026 terlihat tinggi, namun harga relatif sejalan dengan tren fundamentalnya. Dia optimis bahwa inflasi akan kembali normal pada bulan April dan bulan-bulan selanjutnya di 2026. Ateng menjelaskan bahwa penurunan dan peningkatan persentase nilai inflasi tahunan dipengaruhi oleh basis indeks pembanding tahun sebelumnya yang terlalu kecil, sehingga kenaikan inflasi tahun ini terlihat signifikan. Namun, selama bulan-bulan mendatang, peramalan harga cenderung kembali pada tren normal.

Dengan demikian, proyeksi tingkat inflasi yang diprediksi oleh BPS menjadi penting untuk memantau stabilitas ekonomi dan kebijakan inflasi di Indonesia. Hal ini juga merupakan indikator penting bagi pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami dinamika ekonomi dan merencanakan strategi yang tepat. Berdasarkan informasi dari BPS, diharapkan inflasi akan kembali stabil pada bulan April 2026, setelah efek basis rendah berakhir, sehingga memperkuat fondasi ekonomi Indonesia ke depan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer