Thursday, March 12, 2026
HomeBisnisSurplus Neraca Dagang RI Terus Menguat di Januari 2026

Surplus Neraca Dagang RI Terus Menguat di Januari 2026

Berita terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS pada bulan Januari 2026, memperpanjang rangkaian surplus selama 69 bulan sejak Mei 2020. Surplus tersebut didorong oleh kinerja perdagangan nonmigas yang masih kuat meskipun impor mengalami peningkatan yang signifikan secara tahunan. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, surplus tersebut terutama berasal dari neraca perdagangan nonmigas yang mencatat surplus sebesar 3,22 miliar dolar AS, sementara neraca migas masih mengalami defisit sebesar 2,27 miliar dolar AS.

Komoditas utama yang menyumbang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,39 persen, yang didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 4,38 persen menjadi 21,26 dolar AS.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada bulan yang sama naik 18,21 persen menjadi 21,20 dolar AS miliar, dengan peningkatan yang didorong oleh impor nonmigas. Amerika Serikat menjadi mitra dagang terbesar yang menyumbang surplus bagi Indonesia, diikuti oleh India dan Filipina. Sementara itu, China, Australia, dan Prancis menjadi negara mitra dagang yang mencatat defisit terdalam dengan Indonesia.

Data yang dikeluarkan oleh BPS ini menunjukkan bahwa kinerja perdagangan Indonesia masih dalam tren positif dengan meningkatnya nilai ekspor dan impor. Surplus perdagangan yang terus terjadi selama 69 bulan berturut-turut memberikan indikasi bahwa ekonomi Indonesia masih mempertahankan daya saingnya di pasar global. Akan terus dipantau perkembangan neraca perdagangan Indonesia ke depannya untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mungkin timbul.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer