Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares memiliki ambisi besar untuk menghentikan rekor buruk mereka ketika bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Pelatih asal Portugal itu menyadari bahwa timnya sudah tujuh tahun tidak meraih kemenangan di Segiri. Fakta ini membuat Tavares lebih memperhatikan detail permainan timnya, karena ia mengerti betul bahwa catatan pertandingan Persebaya Surabaya di Samarinda tidak menguntungkan mereka. Sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya menunjukkan bahwa kemenangan terakhir Bajul Ijo di Samarinda terjadi hampir tujuh tahun yang lalu.
Tavares mengakui bahwa Borneo FC merupakan lawan yang sulit di musim ini, dengan Pesut Etam menunjukkan konsistensi permainan yang menghasilkan hasil positif, bahkan saat berlaga sebagai tim tamu. Pelatih Portugal tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan bagi timnya terhadap kekuatan Borneo FC. Menurut Tavares, yang terpenting adalah penampilan tim secara kolektif dengan sikap yang baik dan fokus selama 90 menit penuh. Persebaya Surabaya tak boleh lengah, terutama setelah kemenangan tipis 2-1 di kandang Borneo pada tahun 2019 menjadi satu-satunya kemenangan mereka dalam beberapa tahun terakhir di Segiri.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, Persebaya Surabaya berharap dapat meraih hasil positif ketika bertandang ke markas Borneo FC. Keberhasilan mereka tidak hanya akan mengakhiri rekor buruk di Segiri, tetapi juga membuktikan bahwa Bajul Ijo mampu bersaing dan menghadapi tim-tim kuat seperti Borneo. Semua pemain diajak untuk fokus dan bekerja sama secara solid guna meraih kemenangan yang diharapkan. Itulah tantangan berat yang harus dihadapi oleh Persebaya Surabaya, namun dengan tekad yang kuat, mereka optimis bisa melakukannya.








