Monday, April 13, 2026
HomeBursaPenurunan IHSG 4% Picu Investor Risk Off: Harga Minyak Melonjak

Penurunan IHSG 4% Picu Investor Risk Off: Harga Minyak Melonjak

Saingan di Pasar Saham: Pengaruh Perang AS dan Iron terhadap IHSG
Di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sentimen dari perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran terus berdampak. Eskalasi perang membuat harga minyak global melonjak, mendorong investor global berlaku hati-hati dengan aset risiko dan beralih ke aset safe haven. Menurut Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, IHSG masih terpengaruh oleh ketegangan antara AS dan Iran yang memaksa investor global mengurangi risiko dan mencari perlindungan.
Harga minyak dunia jenis WTI naik 24,51 persen menjadi 113,18 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak Brent naik 23,06 persen menjadi 114,06 dolar AS per barel pada hari Senin ini. Kenaikan harga minyak meningkatkan risiko inflasi global dan berpotensi mempengaruhi suku bunga global yang dapat tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama. Terlebih lagi, harga minyak juga dapat menyebabkan tekanan pada pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi.
Di dalam negeri, Fitch Ratings menurunkan outlook kredit Indonesia dari “stable” menjadi “negative”, yang menimbulkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas makro pemerintah. Dengan berbagai sentimen ini, Nafan merekomendasikan agar pelaku pasar berhati-hati dalam mengalokasikan investasinya, dengan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat sambil tetap memperhatikan manajemen risiko secara disiplin.
Pada perdagangan sesi I hari Senin, IHSG terpantau melemah 307,52 poin atau 4,05 persen menjadi 7.278,16. Pelemahan ini sejalan dengan penurunan bursa saham di kawasan Asia. Indeks Nikkei melemah 6,98 persen, indeks Shanghai turun 1,17 persen, indeks Hang Seng melemah 2,64 persen, dan indeks Straits Times merosot 2,68 persen.
Saat kondisi pasar saham sedang sulit, fokus pada saham dengan fundamental yang solit dan harganya murah menjadi prioritas. Menjaga manajemen risiko yang disiplin juga sangat penting dalam menghadapi ketidakpastian pasar saham saat ini. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, diharapkan pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer