PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan penyederhanaan struktur anak usaha dengan mengurangi jumlah entitas dari sekitar 60 anak perusahaan menjadi 14 anak perusahaan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program transformasi perusahaan. Telkom berencana untuk merestrukturisasi sekitar 50-an entitas dengan beberapa opsi aksi korporasi. Beberapa entitas akan dilepas atau ditutup karena tidak lagi aktif, sedangkan beberapa anak usaha akan ditransfer atau digabungkan untuk memperkuat fokus bisnis perusahaan. Telkom juga sedang mengevaluasi kepemilikan minoritas yang tidak memberikan nilai tambah yang signifikan. Perampingan ini merupakan bagian dari agenda transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis utama serta meningkatkan pengelolaan aset. Telkom sedang melakukan penataan portofolio bisnis dan menggabungkan unit bisnis yang tumpang tindih untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Fokus perusahaan akan kembali ke bisnis inti dan efisiensi struktur grup dengan mengurangi jumlah anak perusahaan. Telkom juga memperkuat perannya sebagai induk usaha strategis dengan operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company. Empat pilar utama Grup Telkom ke depan adalah B2C Business, B2B IT Services, Digital Infrastructure, dan International Business. Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah Telkom di tahun 2030 untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.








