Monday, May 11, 2026
HomeFinansialOptimalkan Instrumen Operasi Moneter: Langkah BI untuk Kesuksesan

Optimalkan Instrumen Operasi Moneter: Langkah BI untuk Kesuksesan

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan komitmen penuh BI dalam mengoptimalkan instrumen operasi moneter guna menjaga nilai tukar rupiah. Dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin, Destry menyatakan bahwa BI akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter secara terukur, continue, dan timely. Pasca eskalasi konflik antara AS-Zionis Israel dengan Iran, mata uang beberapa negara, termasuk Indonesia, mengalami depresiasi yang signifikan. Rupiah sendiri melemah sekitar 1,91 persen year to date akibat aliran modal keluar yang signifikan dan meningkatnya ketidakpastian global.

Untuk menghadapi situasi ini, BI aktif melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliverable Forward (NDF). Keberadaan di pasar NDF dianggap penting karena pergerakan kurs di sana seringkali cenderung spekulatif. Oleh karena itu, BI kini beroperasi 24 jam dengan memanfaatkan kantor perwakilan di London dan New York untuk mengawasi pasar finansial Singapura, Tiongkok, hingga Amerika Serikat (AS) guna menjaga volatilitas tetap terkendali.

Dari segi likuiditas, BI menargetkan pertumbuhan uang inti (base money) tetap di atas 10 persen agar tetap menjaga kebijakan ekspansif untuk mendukung penyaluran kredit perbankan. Koordinasi erat pun dilakukan dengan Kementerian Keuangan dan pemangku kepentingan terkait melalui pembelian atau penjualan surat berharga untuk menjaga daya tarik instrumen domestik. Dengan langkah-langkah ini, BI berupaya untuk mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter demi menjaga pergerakan nilai tukar rupiah yang seimbang.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer