Thursday, May 21, 2026
HomeLenggang JakartaJakarta Barat Dukung Produksi Massal Ekoenzim, Berharap Rekor MURI

Jakarta Barat Dukung Produksi Massal Ekoenzim, Berharap Rekor MURI

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) telah menyatakan dukungan penuh terhadap aksi pembuatan ekoenzim massal yang bertujuan untuk meraih rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Sedulur Bunda Milenial dan mengusung konsep unik yang mewajibkan peserta perempuan mengenakan kebaya selama proses pembuatan ekoenzim. Kegiatan ini direncanakan berlangsung dari Juni hingga September 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT DKI ke-499.

Iin menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai rekor MURI, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang berguna bagi lingkungan. Konsep kegiatan yang mengharuskan peserta perempuan mengenakan kebaya juga dianggap dapat memperkuat identitas budaya di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global.

Diharapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni semata, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai di Jakarta Barat. Pemerintah optimis bahwa kegiatan ini akan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya di tengah perkembangan kota. Tujuan akhirnya adalah agar sampah organik yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi cairan yang bermanfaat dan membuat lingkungan menjadi lebih baik.

Ketua Yayasan Sedulur Bunda Milenial, Siska Rumondor, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 6.000 peserta dari seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan 1.200 peserta ditargetkan berasal dari Jakarta Barat, termasuk kader PKK dan pelajar tingkat SMP. Selama kegiatan, masyarakat akan diajak untuk mengolah limbah kulit buah menjadi ekoenzim, sebuah cairan hasil fermentasi yang bermanfaat untuk kebersihan lingkungan dan membantu menjaga kualitas air sungai.

Rangkaian kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu workshop dan pembuatan ekoenzim, panen dan aksi lingkungan, serta seremonial dan deklarasi Sungai Bersih 202 sebagai komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini semua merupakan bentuk nyata dari upaya bersama untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperkaya budaya di tengah-tengah perkembangan kota.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer