Kisah Inspiratif Kampung Cihiyang: Dari Limbah Sawit Menjadi Harapan Baru
Pagi merekah di kawasan perkebunan sawit PTPN III Cisalak, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, puluhan warga berkumpul membawa golok dan tali. Mereka bukan untuk panen sawit, melainkan memanfaatkan limbah pelapah kelapa sawit yang selama ini diabaikan.
Dari limbah tersebut, masyarakat Kampung Cihiyang menemukan cara untuk keluar dari kemiskinan. Dengan keuletan dan kreativitas, mereka mengolah pelapah sawit menjadi krey, tirai tradisional yang bermanfaat untuk rumah dan warung.
Perjuangan Melawan Kemiskinan
Sebelumnya dikenal sebagai kantong kemiskinan, Kampung Cihiyang kini mengalami perubahan positif. Dulu, pendapatan rendah membuat anak-anak terpaksa putus sekolah. Namun, dengan usaha kerajinan krey sawit, banyak warga kampung dapat hidup lebih layak.
Nursaad (60) adalah salah satu contoh sukses dari kerajinan ini. Bersama keluarganya, ia berhasil merajut krey sawit selama 13 tahun. Anak-anaknya pun kini bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.
Mengubah Limbah Menjadi Sumber Penghidupan
Pasangan Mulyadi (45) dan Sa’adah (40) juga mampu mengubah nasib keluarga mereka berkat kerajinan krey sawit. Sebelumnya bekerja sebagai buruh tani, kini mereka menggantungkan hidup dari anyaman pelapah sawit. Dengan usaha ini, mereka mampu menyekolahkan anak-anak hingga tingkat SMP dan SMA.
Bagi masyarakat Kampung Cihiyang, pelapah sawit bukan lagi dianggap sebagai limbah, melainkan sebagai sumber harapan baru. Melalui kreativitas dan kerja keras, mereka berhasil memutus rantai kemiskinan yang selama ini mengikat mereka.
Artikel ini disadur dari ANTARA








