Jakarta Barat dan Sidoarjo Tekan Kerja Sama Penerapan Eco Lindi untuk Mengatasi Bau Sampah
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menerapkan inovasi teknologi eco lindi guna mengatasi bau menyengat yang ditimbulkan dari tumpukan sampah. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebutkan bahwa teknologi eco lindi telah diterapkan di beberapa titik strategis, termasuk kawasan Tambora dan Bank Sampah Induk Bambu Larangan.
Eco lindi sendiri merupakan cairan ramah lingkungan yang mengandung bakteri pengurai untuk menetralkan bakteri penyebab bau pada tumpukan sampah. Untuk memperkuat implementasi program ini, Pemkot Jakarta Barat juga telah menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja bersama para camat, lurah, serta jajaran terkait. Sebagai langkah ekstra, juga dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pilah Sampah mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Penanganan Sampah di Jakarta Barat
Menurut Iin, volume sampah di Jakarta Barat saat ini mencapai sekitar 2.200 ton per hari. Sebagian besar dari jumlah tersebut terdiri dari sampah organik dan anorganik. Iin menekankan pentingnya penanganan sampah secara nyata yang melibatkan seluruh pihak untuk menyelesaikan masalah sampah dengan efektif. Iin juga menyatakan bahwa setiap kelurahan ditargetkan memiliki minimal satu RW percontohan dalam penerapan Gerakan Pilah Sampah sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021.
Penerapan Konsep Burden Sharing dari Sidoarjo
Pemkab Sidoarjo melalui Asisten Pembangunan M Bahrul Amig menyarankan agar Pemkot Jakarta Barat mengadopsi konsep burden sharing atau berbagi beban penanganan limbah antara pemerintah dan warga. Di Sidoarjo, pengelolaan operasional TPS 3R sudah didesentralisasikan penuh ke tingkat desa melalui iuran mandiri warga. Hal ini telah memaksa pengelola sampah untuk menghentikan budaya lama “kumpul-angkut-buang” dengan menerapkan skema insentif-disinsentif tarif TPA berdasarkan berat dan jenis sampah.
Skema insentif-disinsentif ini bertujuan untuk membagi tanggung jawab pengelolaan sampah secara berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara Jakarta Barat dan Sidoarjo dalam menerapkan inovasi teknologi eco lindi serta prinsip-prinsip pengelolaan sampah yang baik, diharapkan masalah sampah di kedua wilayah tersebut dapat teratasi dengan lebih baik dan berkelanjutan.








