Peluang Penguatan Lanjutan IHSG dalam Jangka Pendek
Menurut pengamat pasar modal Reydi Octa, peluang penguatan lanjutan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka dalam jangka pendek. Meskipun demikian, volatilitas tetap tinggi, dan investor perlu waspada terhadap aksi ambil untung setelah penguatan signifikan.
Peluang Rebound IHSG
Reydi menyatakan bahwa selama tidak ada sentimen negatif baru baik dari dalam negeri maupun global, peluang IHSG untuk bergerak rebound masih terbuka. Investor asing cenderung hati-hati dan belum agresif masuk ke pasar saham Indonesia. Mereka masih memantau stabilitas kurs rupiah, arah suku bunga global, dan perkembangan pasar modal Indonesia.
Reydi menilai bahwa fokus investor asing saat ini lebih pada saham-saham likuid dengan fundamental kuat. Meskipun demikian, investor tetap perlu memperhatikan kondisi pasar secara menyeluruh dan terus mengikuti perkembangan terkini.
Penguatan IHSG Dipicu Sentimen Positif
Penguatan IHSG pada tanggal 02/05 didorong oleh perbaikan sentimen dari tingkat global dan faktor teknikal. Pasar memanfaatkan valuasi saham-saham unggulan yang menarik dan meredanya kekhawatiran terhadap sentimen eksternal, sehingga minat risiko di pasar saham meningkat.
Sektor perbankan dan saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan IHSG. Hal ini memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan indeks saham di Bursa Efek Indonesia.
Data Tren Perdagangan IHSG
Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 68,04 poin atau 1,11 persen menjadi 6.195,42. Volume perdagangan saham mencapai 2.572.956 kali transaksi dengan jumlah saham diperdagangkan senilai Rp25,47 triliun. Sebanyak 281 saham naik, 389 saham turun, dan 147 stagnan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor energi menjadi yang paling menguat sebesar 1,78 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku. Sementara itu, sektor transportasi & logistik menjadi yang paling melemah.








