Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan peternak ayam petelur dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi menjaga stabilitas harga telur di tingkat produsen. Pertemuan ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam menindaklanjuti turunnya harga telur akibat kelebihan pasokan di pasaran.
Pemerintah Membuat Langkah Cepat
Andi Amran Sulaiman memuji para peternak ayam petelur Indonesia atas kontribusi mereka dalam memenuhi kebutuhan telur dalam negeri, bahkan mampu melakukan ekspor ke luar negeri. Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk melindungi peternak dari kerugian akibat penurunan harga telur.
Langkah konkret yang diambil pemerintah antara lain adalah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram bagi para peternak. Pemerintah juga melalui Perum Bulog menyediakan jagung dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menunjang keberlangsungan usaha peternakan.
Penyerapan Telur untuk Program Makan Bergizi Gratis Ditingkatkan
Andi Amran Sulaiman juga berkomunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan peningkatan penyerapan telur hingga tiga kali dalam seminggu, diharapkan dapat membantu peternak dalam mengatasi kelebihan pasokan.
Peternak Didorong Patuhi Aturan yang Telah Ditetapkan
Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam membantu peternak ayam petelur. Dia juga mengimbau para pedagang dan pelaku usaha untuk mematuhi aturan harga acuan pembelian telur yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, para peternak juga diminta untuk segera melapor jika menemui pembelian telur dengan harga di bawah ketentuan yang berlaku.
Dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah, diharapkan stabilitas harga telur di tingkat peternak dapat terjaga dengan baik, dan keberlangsungan usaha peternakan tetap terjamin.








