Wednesday, August 12, 2026
HomeBursaIHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Sentimen Domestik-Global

IHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Sentimen Domestik-Global

IHSG Menguat Tipis di Tengah Sentimen Campuran

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat tipis di tengah adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

IHSG ditutup menguat 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke posisi 609,40.

Peringatan dari MSCI Pengaruhi Kenaikan IHSG

Kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI, yang mana penyedia indeks tersebut menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi.

Dari dalam negeri, hasil dari review MSCI Global Market Accessibility mengonfirmasi adanya penurunan peringkat pada satu aspek, yakni Information Flow (arus informasi), dengan alasan kurangnya transparansi kepemilikan saham, serta kekhawatiran terkait perdagangan yang terkoordinasi.

MSCI menekankan bahwa persoalan utama pasar modal Indonesia bukan pada likuiditas atau ukuran pasar, melainkan pada aspek tata kelola, transparansi, serta keterbukaan informasi.

Sorotan MSCI terhadap kualitas pembentukan harga dan transparansi berpotensi meningkatkan persepsi risiko di mata investor global.

Sentimen Global dan Perjanjian AS-Iran

Dari mancanegara, pergerakan pasar dibayangi saat mulainya implementasi perjanjian damai tentatif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Kamis (18/06), yang berhasil meredakan ketegangan geopolitik dan menurunkan harga minyak global.

Berlakunya perjanjian damai untuk menyudahi perang AS-Iran memicu pemulihan, yang ditandai dengan pencabutan resmi blokade laut Iran oleh pihak Washington. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa setiap bentuk keringanan ekonomi bagi Teheran akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap seluruh ketentuan perjanjian tersebut.

Di sisi lain, terdapat sentimen pasar terhadap kekhawatiran seputar prospek kebijakan moneter ketat The Fed. Sinyal hawkish dari The Fed memicu lonjakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada sisa tahun 2026.

Walaupun Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Rabu (17/06), proyeksi terbaru menunjukkan sekitar separuh anggota FOMC memperkirakan minimal satu kali kenaikan lagi menjelang akhir tahun.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Sentimen Sebagai Penentu Pergerakan IHSG

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin sektor kesehatan yang naik 2,67 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 1,41 persen dan 1,33 persen.

Sedangkan empat sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam 1,13 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor industri yang turun sebesar 1,01 persen dan 0,99 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu SDMU, BCIC, ZONE, SMMT, dan MORA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MLPT, BNLI, TRIN, SURE, dan LUCY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.710.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,76 miliar lembar saham senilai Rp26,49 triliun. Sebanyak 353 saham naik, 358 saham menurun, dan 248 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,52 persen ke 71.423,00, dan indeks Strait Times melemah 0,39 persen ke 5.192,70.

Sementara itu, indeks Shanghai (China) dan indeks Hang Seng (Hong Kong) libur dalam rangka memperingati Festival Perahu Naga.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer