Bung Karno Festival 2026: Merawat Ingatan Sejarah dan Kebudayaan Bangsa
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan penyelenggaraan Bung Karno Festival 2026 sebagai langkah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda di Jakarta, agar tetap menjaga dan merayakan sejarah serta nilai-nilai budaya bangsa. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan dihadiri oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Wagub Rano Karno.
Menjaga Keberlangsungan Cita-Cita dan Nilai-Nilai Bung Karno
Saat membuka acara Bung Karno Festival di Taman Proklamasi, Jakarta, Rano Karno menyatakan pentingnya menghormati Bung Karno dengan meneruskan cita-citanya, menerapkan Pancasila dalam tindakan sehari-hari, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sejati bangsa. Bulan Juni dipilih karena menjadi bulan yang sarat akan nilai historis, dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Hari Kelahiran Bung Karno, dan hari wafatnya Sang Proklamator.
Jakarta Sebagai Pusat Sejarah dan Miniatur Indonesia
Rano Karno juga menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai panggung proklamasi dan gambaran miniatur Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan Jakarta tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik dan teknologi, tetapi juga harus memperkuat moral dan ingatan sejarah masyarakat. Menurutnya, kota yang melupakan sejarah akan kehilangan arah.
Nilai-nilai Pancasila dan semangat “berdikari” dipraktikkan melalui berbagai kegiatan dalam Bung Karno Festival 2026, mulai dari lomba pidato Bung Karno untuk generasi muda, promosi produk UMKM lokal, hingga pertunjukan seni budaya Nusantara. Di tengah dinamika zaman dan perkembangan teknologi, solidaritas dan persatuan bangsa tetap harus dijaga agar perbedaan tidak memecah belah.
Rano Karno berharap festival ini dapat menginspirasi generasi muda Jakarta untuk terus berkarya sambil tetap melestarikan akar budaya dan sejarah perjuangan bangsa.








