BPKS: Konektivitas Sabang-India Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menyatakan bahwa terwujudnya konektivitas Sabang dengan Andaman-Nicobar (India) menjadi prospek emas menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung langkah Presiden RI dan Pemerintah India untuk memperkuat konektivitas laut antara kedua wilayah.
Peluang Ekonomi Melalui Konektivitas Sabang-Andaman-Nicobar
Dengan jarak kurang dari 200 kilometer antara Sabang dan Andaman-Nicobar, terbuka potensi besar dalam hubungan dagang dan bisnis antara kedua wilayah. Konektivitas ini diharapkan dapat mempererat kerja sama ekonomi, serta membuka akses interaksi di kawasan perbatasan. Iskandar Zulkarnaen menekankan bahwa upaya memperkuat hubungan ekonomi melalui konektivitas laut merupakan langkah penting bagi pengembangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Komitmen Indonesia-India dalam Kerja Sama Maritim
Iskandar Zulkarnaen juga mengingatkan bahwa komitmen Indonesia-India dalam sektor maritim dan pelabuhan dimulai dari “Shared Vision of Maritime Cooperation in the Indo-Pacific.” Langkah ini menekankan pentingnya memperkuat konektivitas laut, termasuk rencana pengembangan Sabang-Port Blair/Havelock, integrasi jalur pelayaran, wisata bahari, serta penguatan infrastruktur kepelabuhanan. Kesepakatan tingkat kepala pemerintahan Indonesia-India pada 2018 menetapkan Sabang sebagai titik strategis kerja sama maritim, yang kemudian diikuti pembentukan Joint Task Force (JTF) untuk merumuskan rencana aksi konektivitas Aceh-Andaman & Nicobar.
India telah menugaskan RITES Ltd., konsultan transportasi BUMN India, untuk melakukan pra-studi kelayakan Pelabuhan Sabang pada tahun 2019, yang kemudian dilanjutkan pada 2020 dengan pra-studi Sabang Port.








