Transjakarta Buka Peluang Kolaborasi Melalui Program Hak Penamaan Halte
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi melalui program hak penamaan (naming rights) halte sebagai dukungan terhadap pengembangan transportasi publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa Transjakarta bukan hanya penyedia bus, tetapi juga merupakan platform kolaborasi terbuka di mana sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat bersinergi untuk kemajuan kota.
Peresmian Halte Swadarma ParagonCorp
Pada Kamis (9/7), Transjakarta bersama ParagonCorp meresmikan hak penamaan Halte Swadarma ParagonCorp sekaligus melakukan revitalisasi halte tersebut. Peresmian ini merupakan langkah lanjutan dari kerja sama yang telah diinisiasi sebelumnya.
Halte Swadarma ParagonCorp merupakan halte ke delapan dengan hak penamaan sebagai hasil kerja sama antara Transjakarta dan swasta. Halte-halte lain yang telah memiliki skema naming rights antara lain Bundaran HI Astra, Senayan Bank DKI, Widya Chandra Telkomsel, hingga Setiabudi Integritas.
Nilai Inklusivitas dan Keberlanjutan
Revitalisasi Halte Swadarma ParagonCorp menekankan nilai inklusivitas dan keberlanjutan dengan penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan lansia seperti lift, serta pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru yang lebih aman dan nyaman.
Halte ini menjadi titik krusial dalam melayani mobilisasi masyarakat di koridor layang, khususnya untuk Koridor 13 dan beberapa rute lainnya. Kolaborasi dalam hak penamaan halte merupakan komitmen bersama untuk menyediakan fasilitas transportasi publik yang berkualitas bagi warga Jakarta.
DKI Jakarta juga telah menyiapkan enam halte Transjakarta lainnya untuk kerja sama hak penamaan, sebagai upaya meningkatkan layanan transportasi publik yang lebih baik.








