Penyelamatan Industri Manajer Investasi BUMN oleh Danantara
Jakarta (ANTARA) – Peristiwa penting terkait isu ekonomi yang terjadi kemarin masih menjadi sorotan pada hari ini, Jumat. Salah satunya adalah langkah pengambilalihan saham oleh Danantara serta potensi investasi di pusat data (data center) di Indonesia. Berikut ringkasan beritanya:
Danantara Mengakuisisi 4 Manajer Investasi BUMN
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengakuisisi saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM). Aset kelolaan gabungan keempat perusahaan ini mencapai lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.
Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Laba Konsolidasi
Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun per Juni 2026, naik 24,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih dari operasional bank semata mencapai Rp28,5 triliun, tumbuh 25 persen secara tahunan.
Pewartaan Peluang Investasi Data Center dan Panda Bond
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penerbitan Panda Bond senilai sekitar 1 miliar dolar AS sebagai bagian dari strategi pendanaan diversifikasi pemerintah. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga mengajak investor China untuk berinvestasi di data center di Indonesia dalam Indonesia-China Partnership Forum.
Kemenperin juga mendorong industri untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang akurat. Keterbukaan dan kerjasama dalam memberikan informasi diharapkan dapat membantu dalam penyusunan kebijakan yang tepat guna bagi industri nasional.
Berbicara mengenai potensi investasi di Indonesia menjadi semakin menarik, terutama dalam sektor data center yang dianggap menguntungkan. Dukungan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang salah satu yang tercepat di Asia Tenggara menjadi daya tarik tersendiri bagi investor China.








