Cadangan Devisa RI Turun Menjadi 145 miliar USD, BI Nyatakan Masih Aman
Pada akhir Juli 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada posisi 145 miliar dolar AS. Meskipun mengalami penurunan dari periode sebelumnya yang mencapai 156 miliar dolar AS, BI menegaskan bahwa posisi tersebut masih dianggap aman.
Situasi Cadangan Devisa Indonesia
Cadangan devisa merupakan aset penting bagi suatu negara, yang berfungsi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan. Dengan cadangan devisa yang mencukupi, negara dapat menghadapi tekanan eksternal dan memenuhi kewajiban pembayaran luar negeri tanpa masalah.
Penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi 145 miliar dolar AS dikarenakan beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi global, harga komoditas ekspor, dan arus modal. Meskipun demikian, BI memastikan bahwa pihaknya memiliki strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia meskipun cadangan devisa mengalami fluktuasi.
Pernyataan Bank Indonesia
BI menekankan bahwa meskipun terjadi penurunan cadangan devisa, posisi Indonesia masih dalam level yang aman. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup baik untuk menghadapi gejolak eksternal.
Dalam kondisi seperti ini, BI akan terus memantau perkembangan ekonomi global serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar rupiah. BI juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan ekonomi Indonesia.
Jadi, meskipun cadangan devisa Indonesia turun menjadi 145 miliar dolar AS, BI memastikan bahwa keadaan tersebut masih dalam kendali dan upaya-upaya akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.








