Menko IPK Minta Dukungan Konsolidasi BUMN untuk Pengelolaan Kawasan Industri
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah mengeluarkan permintaan agar konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat mendukung pengelolaan kawasan industri. Hal ini disampaikan AHY setelah mengikuti Rapat Dewan Pengawas Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta.
AHY menegaskan pentingnya konsolidasi BUMN terutama terkait dengan pengelolaan kawasan industri strategis di Indonesia. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya transformasi BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran. Konsolidasi tersebut diharapkan mampu menciptakan harapan baru dalam mendorong kawasan industri agar tetap kompetitif dan berdaya saing.
Prioritas Pengelolaan Kawasan Industri untuk Meningkatkan Daya Saing
Menurut AHY, penting bagi kawasan industri di Indonesia untuk memiliki infrastruktur yang siap bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Untuk itu, kesiapan secara infrastruktur menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan industri agar dapat meningkatkan daya tarik dan kompetitivitasnya.
AHY juga menekankan bahwa konsolidasi BUMN yang dilakukan oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara memiliki tujuan transformasi jangka panjang. Dengan menyusun peta strategi lima tahun, diharapkan BUMN Indonesia dapat menjadi lebih sehat, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan.
Langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi konsolidasi dan restrukturisasi, penguatan people development dan corporate culture, percepatan inovasi, penciptaan nilai melalui aksi korporasi dan kemitraan strategis, serta pencapaian target kinerja global. Dengan demikian, diharapkan BUMN Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia dan masuk dalam jajaran Fortune 500.
Melalui kerja sama antara BP BUMN dan Danantara, diharapkan lahirnya BUMN Indonesia yang tangguh, berdaya saing tinggi, dan mampu bersaing secara global. Transformasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah industri global.








