Bank Indonesia Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Penerbitan Obligasi Daerah
Jakarta – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar mengelola risiko secara cermat dalam rencana penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan, termasuk menyiapkan skema pembayaran yang berkelanjutan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Bambang Arianto, menekankan pentingnya Pemprov DKI Jakarta mampu mengelola risiko terkait obligasi tersebut ke depan. Dana obligasi ini direncanakan digunakan untuk kelanjutan pembangunan transportasi LRT dari Manggarai-Dukuh Atas serta pembangunan infrastruktur lainnya di Jakarta.
Skema Pembayaran dan Kesehatan Fiskal
Pemprov DKI Jakarta harus menyiapkan kajian terkait skema pembayaran obligasi daerah yang nantinya akan diterbitkan. Skema pembayaran ini perlu tercover dari pendapatan yang dihasilkan sebagai akibat dari pembangunan tersebut. Sebagai upaya penyesuaian dana Transfer Ke Daerah (TKD), obligasi daerah dapat menjadi penopang APBD untuk pembangunan infrastruktur.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansah, menilai rencana Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah sebagai langkah yang dapat menjaga keberlanjutan pembangunan di Jakarta di tengah berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Penerbitan obligasi daerah dianggap sebagai solusi kreatif dalam menjaga kesehatan fiskal daerah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun bukan dilakukan karena keuangan daerah tidak mencukupi, melainkan untuk menjaga kesehatan fiskal dengan skema pembiayaan kreatif. Pramono mencontohkan bahwa obligasi daerah digunakan seperti pinjaman bagi orang yang sehat secara keuangan untuk menjaga kondisi keuangannya.
Sebelum mengambil langkah penerbitan obligasi daerah, Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan bahwa pengelolaan risiko, skema pembayaran, dan kelebihan dana yang dihasilkan telah difungsikan dengan baik untuk keberlanjutan pembangunan Jakarta.








