Seorang anak gajah sumatera yang disebut Yuna ditemukan meninggal di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Informasi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut bahwa Yuna diduga meninggal akibat serangan virus yang mematikan bagi anak gajah.
Gejala dan Penyebab Kematian Yuna
Anak gajah betina yang berusia di bawah tiga tahun ini disebut mengalami kondisi yang cepat memburuk. Gejalanya termasuk pembengkakan wajah, mata merah, mukosa lidah kebiruan, dan pendarahan di organ pencernaan dalam. Diagnosa awal menyebut bahwa Yuna kemungkinan terinfeksi oleh Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), jenis virus yang sangat berbahaya bagi anak gajah.
Tindakan Medis dan Perkembangan Terakhir
Pawang gajah atau mahout menemukan Yuna dalam keadaan lemas dengan mata bengkak, wajah membengkak, dan lidah pucat membiru. Meskipun tim dokter hewan memberikan tindakan darurat, kondisi Yuna terus menurun hingga akhirnya meninggal pada malam hari. Proses nekropsi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian Yuna.
Sebelum insiden tersebut, kondisi kesehatan Yuna dalam pemantauan rutin dan evaluasi berkala. Pada Juni 2026, Yuna dinilai dalam keadaan sehat dengan skor Body Condition Index Score (BCIS) yang ideal. Namun, dalam dua hari sebelum kematiannya, tidak ada gejala sakit yang terdeteksi.
Penyakit Virus EEHV pada Gajah
Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) merupakan virus herpes yang sangat berbahaya bagi gajah, terutama anak gajah di bawah 14 tahun. Virus ini dapat menyebabkan kegagalan organ dalam dan kematian mendadak dalam waktu singkat. Tingkat kematian akibat EEHV dapat mencapai 80 persen.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terus melakukan deteksi dini terhadap gajah lain yang rentan terinfeksi virus EEHV. Langkah pencegahan dan penanggulangan juga dilakukan untuk melindungi gajah-gajah binaan di wilayah tersebut.








