Layanan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Normal
Jakarta – Layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah mengalami penundaan pada Minggu kemarin. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan bahwa penundaan tersebut berlangsung akibat paska terkait antrean kendaraan logistik dan pola operasional kapal.
Koordinasi untuk Kelancaran Layanan
Meskipun sempat mengalami penundaan, kerjasama antara ASDP, asosiasi sopir, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait berhasil mengatasi masalah tersebut. Setelah melakukan koordinasi, layanan kembali normal sekitar pukul 17.30 WITA.
ASDP menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean dan waktu tunggu dalam beberapa hari terakhir. Untuk mengatasi hal tersebut, langkah-langkah cepat pun diambil.
Optimalisasi Kapal dan Penguraian Antrean
Untuk mempercepat penguraian antrean, KMP Jatra I telah digerakkan menuju Tanjung Wangi. Sementara KMP Portlink 0 juga diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk memperkuat layanan lintasan Tanjung Wangi–Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas.
Seluruh upaya ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan para regulator dan pemangku kepentingan. ASDP terus memantau perkembangan layanan dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Kapal-kapal besar akan dimobilisasi untuk mengoptimalkan kapasitas yang tersedia dan mempercepat penguraian antrean. Komitmen bersama yang disepakati menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional ke depan, termasuk memastikan pengguna jasa mematuhi aturan yang berlaku.








