BNPB Menggelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Meluruhkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu meluruhkan abu vulkanik yang tersebar akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Dampak erupsi ini sudah menjangkau sejumlah wilayah seperti Jakarta, Banten, dan Lampung.
Langkah BNPB dalam Menangani Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan bahwa OMC dilakukan untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer. Pesawat untuk pelaksanaan operasi tersebut telah dipersiapkan di Pondok Cabe. Selain penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan metode water mist sebagai alternatif apabila pertumbuhan awan hujan tidak mencukupi.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa abu vulkanik Anak Krakatau telah tersebar ke sejumlah provinsi, dan status aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga. Meskipun episode erupsi menerus telah berakhir pada Senin (7/9), aktivitas vulkanik terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.
Cara Kerja Modifikasi Cuaca
Istilah “hujan buatan” kembali mencuat akibat penggunaan OMC dalam situasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, sebenarnya modifikasi cuaca bukan berarti manusia bisa menciptakan hujan dari langit yang cerah. BMKG menjelaskan bahwa teknik modifikasi cuaca melibatkan pengaruh terhadap proses fisis di dalam awan yang sudah ada secara alami sehingga hujan dapat turun lebih cepat atau intensitasnya dapat diatur.
Salah satu metode yang dikenal luas dalam OMC adalah penyemaian awan atau cloud seeding. Dalam metode ini, bahan semai seperti garam halus, urea, perak iodida, dan karbon dioksida padat diangkut menggunakan pesawat menuju awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Bahan semai tersebut dilepaskan ke dalam atau di sekitar awan untuk membantu proses pembentukan butir air atau es yang kemudian dapat menjadi hujan.
Tidak semua awan bisa disemai karena membutuhkan karakteristik yang sesuai. Tim OMC harus memperhatikan berbagai parameter meteorologi sebelum melakukan operasi penyemaian awan.
OMC dalam Penanganan Abu Vulkanik Anak Krakatau
OMC yang digelar oleh BNPB dalam kasus erupsi Gunung Anak Krakatau bertujuan untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang masih berada di atmosfer. Penyemaian awan dilakukan ketika kondisi cuaca memungkinkan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan. Air hujan yang turun diharapkan dapat membantu mengendapkan partikel abu dari udara ke permukaan.
Dalam kondisi di mana tidak ada awan hujan yang cukup, BNPB telah menyiapkan metode water mist sebagai alternatif untuk membantu membersihkan partikel abu di daerah terdampak oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.








