BCA Berencana Membagikan Dividen Interim secara Kuartalan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atau BCA mengumumkan rencana pembagian dividen interim secara kuartalan pada tahun ini beserta potensi kenaikan rasio pembayaran dividen. Pembagian dividen interim direncanakan akan dilakukan secara lebih sering dengan harapan dapat menarik minat para pemegang saham.
Rencana Dividen Kuartalan
Menurut Sekretaris Perusahaan BCA, Rudy Budiardjo, dividen interim pertama direncanakan akan dibayarkan pada 16 September 2026 dengan nilai sebesar Rp25 per saham. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan pembagian dividen interim sebelumnya yang sebesar Rp20 per saham pada Juni 2026. Sementara untuk dividen interim selanjutnya pada kuartal IV direncanakan akan dibagikan pada bulan Desember.
Rudy juga menjelaskan bahwa besaran dividen interim yang akan dibagikan pada bulan Desember belum diungkapkan. Sedangkan dividen final untuk tahun buku 2026 dijadwalkan akan dibayarkan setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2027.
Peningkatan Frekuensi Pembayaran Dividen
Langkah pembayaran dividen interim secara kuartalan merupakan perubahan dari kebijakan tahun-tahun sebelumnya. BCA berharap dengan meningkatkan frekuensi pembayaran dividen, dapat memberikan kepastian dan keuntungan lebih kepada para pemegang saham.
Selain itu, BCA juga berencana untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio). Saat ini, rasio pembayaran dividen BCA berada di level 72 persen, sedikit meningkat dari sebelumnya yang sebesar 68 persen. Rencananya, BCA akan terus meninjau besaran payout ratio ini sesuai dengan kondisi dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BCA berencana untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali pada tahun 2026. Seluruh dividen interim tersebut akan menjadi bagian dari dividen final untuk tahun buku 2026.
Pada pertengahan tahun 2026, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8,0 persen secara tahunan, mencapai Rp1.036 triliun. Sementara dana giro dan tabungan (CASA) juga tumbuh sebesar 10,2 persen year-on-year menjadi Rp1.082 triliun. Total laba BCA dan anak perusahaan mencapai Rp29,5 triliun pada semester I 2026, menandai pencapaian positif bagi perusahaan.








