Wednesday, October 7, 2026
HomeTenisPelti Tanggapi Absennya Janice Tjen di Asian Games 2026

Pelti Tanggapi Absennya Janice Tjen di Asian Games 2026

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) memilih memprioritaskan peluang Janice Tjen tampil di Australian Open 2027 ketimbang menurunkannya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keputusan itu berkaitan dengan kebutuhan Janice mempertahankan peringkat dunia di tengah benturan jadwal dengan turnamen WTA 1000 di Beijing.

Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar mengatakan Janice memiliki sekitar 405 poin yang perlu dipertahankan hingga Desember 2026. Kehilangan poin tersebut berpotensi menurunkan peringkatnya dan mempersempit jalan menuju daftar peserta utama Grand Slam di Melbourne.

“Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang,” kata Andi kepada ANTARA melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin.

Permintaan dispensasi kepada WTA ditolak

Sebelum memutuskan Janice tidak tampil di Asian Games, Pelti telah membahas persoalan itu dengan International Tennis Federation (ITF) dan Women’s Tennis Association (WTA). Menurut Andi, komunikasi berlangsung sejak sekitar satu tahun lalu dan kembali dilakukan pada awal 2026.

Pelti juga mengirimkan surat resmi kepada WTA untuk meminta kebijakan khusus. Federasi berharap Janice tidak kehilangan poin apabila memilih membela Indonesia di Asian Games.

“Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun,” ujar Andi.

WTA tidak memberikan pengecualian terhadap aturan poin tersebut. Keringanan yang tersedia hanya menyangkut penalti karena pemain tidak hadir dalam turnamen. Pelti menyatakan bersedia menanggung denda yang dikenakan kepada Janice maupun federasi jika ia melewatkan WTA 1000 Beijing, tetapi pembayaran penalti tidak dapat mencegah hilangnya poin.

“Kita juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kita sudah sampaikan ke WTA, kita akan membayar denda. Tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu,” kata Andi.

Karena itu, menurut perhitungan Pelti, persoalan utamanya bukan besaran denda, melainkan konsekuensi terhadap posisi Janice dalam peringkat dunia. Absen dari turnamen di Beijing dinilai dapat mengganggu peluangnya lolos ke Australian Open 2027.

Kondisi Janice berbeda dengan Alexandra Eala

Andi turut menanggapi perbandingan antara Janice dan petenis Filipina Alexandra Eala, yang tetap memilih bertanding di Asian Games meski harus menghadapi penalti. Ia menyebut situasi keduanya tidak sama karena Eala telah mengumpulkan cukup banyak poin pada awal dan pertengahan tahun.

“Eala itu di awal tahun dia banyak poin sama pertengahan tahun. Jadi poinnya cukup untuk tampil di Australian Open. Jadi dia aman,” ujarnya.

Janice juga disebut bukan satu-satunya pemain yang melewatkan Asian Games karena pertimbangan kalender kompetisi dan peringkat. Andi mengatakan terdapat enam petenis papan atas WTA yang tidak bermain. Di antara mereka ialah petenis Jepang Naomi Osaka dan wakil Kazakhstan Elena Rybakina, juara US Open 2026.

Keputusan mengenai Janice telah dikoordinasikan Pelti dengan Menteri Pemuda dan Olahraga. Federasi menempatkan kesempatan tampil di Australian Open sebagai bagian dari sasaran jangka panjang untuk membuka jalan menuju Olimpiade.

“Kita sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Kita support bagaimana supaya yang paling penting adalah Olimpiade. Harapan kita Janice bisa masuk ke situ. Itu capaian kita tertinggi sebenarnya,” kata Andi.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer